Paris Saint-Germain harus menelan kekalahan pahit saat bertandang ke markas Sporting CP di Lisbon, Rabu (21/1/2026) dini hari WIB. Dibawah ini akan ada penjelasan tentang berita Paris Saint-Germain menarik lainnya di PSG INT.

Juara bertahan Liga Champions ini tampil dominan, tetapi hasil akhir justru mengejutkan. PSG sebenarnya hanya butuh satu kemenangan lagi untuk memastikan tiket ke babak knock out, namun nasib berkata lain.
Sejak menit awal, Les Parisiens menguasai permainan. Statistik menunjukkan penguasaan bola lebih dari 70 persen, sementara Ousmane Dembele dan kawan-kawan melepaskan 28 tembakan sepanjang laga. Meski demikian, dominasi ini tidak berbuah kemenangan karena gol-gol mereka beberapa kali dianulir.
AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!
![]()
Tiga gol yang dicetak PSG dibatalkan wasit melalui keputusan VAR. Sundulan Warren Zaire-Emery, gol Nuno Mendes, dan tandukan Dembele semuanya tidak disahkan. Dominasi statistik tidak mampu menutupi kenyataan bahwa PSG gagal memanfaatkan peluang dan jatuh pada kesalahan determinan di akhir laga.
Kutukan VAR dan Gol Dianulir
Drama PSG semakin memuncak karena keputusan VAR yang kontroversial. Gol pertama Zaire-Emery dibatalkan karena dianggap ada pelanggaran terhadap Senny Mayulu. Nuno Mendes juga menjadi korban, karena golnya tidak sah akibat Dembele dianggap melanggar kiper Rui Silva.
Tidak berhenti di situ, tandukan Dembele yang seharusnya membawa kemenangan pun dianulir karena offside. Tiga gol sah yang hilang menjadi simbol frustrasi PSG malam itu, menunjukkan bagaimana detail sekecil apa pun bisa mengubah hasil pertandingan di level Eropa.
Efektivitas lawan juga menambah masalah. Sporting CP meski kalah penguasaan bola, berhasil memaksimalkan peluang yang ada. Luis Suarez menjadi mimpi buruk bagi PSG dengan gol penentunya di menit akhir. Kombinasi VAR dan efektivitas lawan membuat PSG gagal mengamankan kemenangan.
Baca Juga: Old Trafford Tertarik Hadirkan Enrique Sebagai Manajer Baru
Petaka Menit 90 dan Blunder Kiper

Momen paling dramatis terjadi di menit ke-90. Kiper PSG, Lucas Chevalier, melakukan blunder fatal saat gagal mengamankan tendangan jarak jauh Francisco Trincao. Bola muntah langsung disambar Luis Suarez untuk memastikan kemenangan tuan rumah 2-1.
Sebelum gol penentu itu, Khvicha Kvaratskhelia sempat menyamakan skor dengan tembakan melengkung yang memukau. Momentum itu memberi harapan singkat bagi PSG, tetapi kesalahan kiper menghancurkan peluang mereka di detik-detik terakhir.
Kesalahan ini menambah frustrasi tim dan membuat kegagalan mereka terasa lebih menyakitkan. Petaka menit akhir menunjukkan bahwa dalam sepak bola level tinggi, satu kesalahan kecil bisa meruntuhkan usaha 90 menit penuh.
Frustrasi dan Introspeksi Tim
Kekalahan ini jelas memukul mental PSG. Marquinhos, kapten tim, mengakui adanya rasa frustrasi yang mendalam. Ia menyebut ini momen sulit, tetapi menegaskan pentingnya introspeksi untuk memperbaiki kesalahan. “Kekalahan pasti membawa frustrasi. Kami selalu ingin menang dan harus memikirkan apa yang perlu diperbaiki,” ujarnya.
Warren Zaire-Emery menambahkan bahwa PSG sebenarnya bermain cukup baik secara taktik. Mereka menerapkan pressing tinggi dan menguasai bola dengan cepat. Namun, efektivitas lawan dan kesalahan kecil menjadi faktor penentu. “Detail kecillah yang membuat perbedaan di pertandingan besar,” ujarnya.
Kekalahan ini membuat PSG turun ke peringkat lima klasemen fase grup Liga Champions dan menjadi kekalahan pertama mereka dari tim di luar lima liga top Eropa sejak 2013. PSG kini harus segera bangkit untuk menghadapi laga berikutnya agar peluang lolos knock out tetap terjaga. Dibawah ini akan ada penjelasan tentang berita Paris Saint-Germain menarik lainnya di PSG INT.
