PSG Tak Lagi Sempurna Setelah Kekalahan Mengejutkan

Paris Saint-Germain mencatatkan sejarah luar biasa dengan menyandang status sextuple winner berkat pencapaian gemilang dalam dua musim beruntun. Dibawah ini akan ada penjelasan tentang berita Paris Saint-Germain menarik lainnya di .

PSG Tak Lagi Sempurna Setelah Kekalahan Mengejutkan

Pada musim 2024–2025, skuad asuhan Luis Enrique tampil dominan dengan meraih treble, yakni Ligue 1, Coupe de France, dan Liga Champions. Prestasi tersebut langsung mengangkat PSG ke level elite Eropa. Kesuksesan itu berlanjut pada awal musim 2025–2026.

tebak skor hadiah pulsa 100k  

PSG berhasil menambah tiga trofi tambahan yang merupakan kelanjutan dari pencapaian sebelumnya. Mereka sukses menjuarai Piala Super Eropa, Piala Interkontinental, serta Trophée des Champions yang menjadi simbol supremasi domestik Prancis.

AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!

aplikasi shotsgoal  

Dengan koleksi enam gelar tersebut, PSG sempat dipandang sebagai tim paling lengkap dan konsisten di Eropa. Dominasi di berbagai kompetisi membuat banyak pihak yakin Les Parisiens mampu mengulang pencapaian sextuple winner untuk kedua kalinya secara beruntun.

Piala Super Prancis Jadi Titik Puncak

Trofi terakhir yang melengkapi enam gelar PSG diraih di ajang Trophée des Champions. Pada laga final yang digelar di Kuwait City, PSG harus bekerja keras menghadapi rival abadinya, Marseille. Pertandingan berlangsung sengit dan berakhir imbang 2-2 hingga waktu normal berakhir.

Dalam adu penalti, mental juara PSG kembali berbicara. Mereka berhasil menaklukkan Marseille dengan skor 4-1, memastikan satu lagi piala masuk ke lemari prestasi klub. Kemenangan ini semakin menegaskan status PSG sebagai penguasa sepak bola Prancis.

Namun, euforia tersebut tidak bertahan lama. Hanya empat hari setelah mengangkat trofi di Kuwait City, PSG harus menghadapi kenyataan pahit yang mengakhiri peluang mereka untuk kembali menyempurnakan musim dengan enam gelar.

Baca Juga: Nuno Mendes Tegaskan PSG Adalah yang Terbaik di Prancis

Kejutan Menyakitkan di Piala Prancis

PSG Tak Lagi Sempurna Setelah Kekalahan Mengejutkan

PSG secara mengejutkan tersingkir dari Coupe de France di babak 32 besar. Kekalahan ini terasa sangat menyakitkan karena lawan yang menyingkirkan mereka adalah Paris FC, rival sekota yang secara kualitas berada di bawah PSG. Hasil ini juga menjadi kegagalan langka bagi Les Parisiens.

Dalam pertandingan tersebut, PSG tampil dominan sejak awal. Mereka menguasai hingga 70 persen penguasaan bola dan melepaskan 25 tembakan, dengan tujuh di antaranya mengarah ke gawang. Namun, rapatnya pertahanan Paris FC membuat semua peluang PSG gagal berbuah gol.

Sebaliknya, Paris FC tampil efektif. Dari serangan balik cepat setelah kesalahan Vitinha di lini tengah, Jonathan Ikone mencetak gol penentu kemenangan. Gol tersebut memastikan PSG tersingkir lebih awal dari Piala Prancis untuk pertama kalinya sejak musim 2013–2014.

Tantangan Baru di Ligue 1 dan Eropa

Dengan kegagalan di Coupe de France, peluang PSG untuk meraih sextuple winner musim ini resmi tertutup. Secara matematis, mereka kini hanya bisa mengincar dua trofi utama, yakni Ligue 1 dan Liga Champions. Namun, jalan menuju keduanya tidak semudah biasanya.

Di kompetisi domestik, PSG justru mengalami tekanan besar. Hingga pekan ke-17 Ligue 1, mereka belum mampu memuncaki klasemen. PSG berada di posisi kedua dengan koleksi 39 poin, tertinggal satu angka dari Lens yang tampil konsisten sejak awal musim.

Situasi ini menjadi sinyal bahwa PSG tidak lagi sepenuhnya dominan di Prancis. Luis Enrique dituntut segera menemukan solusi agar timnya kembali stabil, terutama jika mereka ingin menjaga peluang juara dan tetap kompetitif di level Eropa. Nantikan terus kabar terbaru seputar Paris Saint-Germain lainnya hanya di psgint.com.