Bintang muda Barcelona, Lamine Yamal, resmi dinobatkan sebagai pemain paling berharga dunia oleh CIES Football Observatory tahun 2026. Dibawah ini akan ada penjelasan tentang berita Paris Saint-Germain menarik lainnya di PSG INT.

Penilaian ini menyoroti peningkatan nilai Yamal yang luar biasa dalam setahun terakhir. Pemain berusia 18 tahun ini bahkan berada di atas Erling Haaland dan Kylian Mbappe dalam daftar pemain dengan nilai tertinggi.
Yamal menjadi pusat perhatian setelah membawa Barcelona meraih gelar La Liga musim lalu. Perannya di bawah arahan Hansi Flick membuatnya menjadi sosok kunci Blaugrana, sekaligus MVP klub. Perkembangan pesatnya di lapangan semakin mengukuhkan statusnya sebagai talenta masa depan yang luar biasa.
AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!
![]()
Selain prestasi di lapangan, Yamal juga menunjukkan pengaruh di luar lapangan. Ia memulai saluran YouTube yang dengan cepat mendapatkan lebih dari satu juta pengikut. Kesuksesan ini membuat jajaran manajemen Barcelona bangga, terutama karena Yamal berasal dari akademi terkenal La Masia.
Kejutan Tanpa Dembele
Yang mengejutkan, Ousmane Dembele dari PSG, yang sebelumnya meraih Ballon d’Or dan FIFA The Best, tidak masuk dalam daftar 100 pemain teratas versi CIES. Padahal, ia sempat dianggap pemain termahal kedua di dunia setelah Yamal.
Pemain Prancis itu hanya bermain 15 laga musim ini karena cedera yang sering mengganggu kariernya. Hal ini dianggap menjadi faktor utama ketidakhadirannya dalam daftar, meski ia meraih sejumlah gelar domestik dan Liga Champions musim lalu.
Situasi ini memicu spekulasi masa depan Dembele di PSG. Banyak laporan menyebut Arsenal tertarik merekrutnya, sementara status kebugaran dan konsistensi menjadi pertanyaan besar bagi klub mana pun yang ingin memanfaatkan jasanya.
Baca Juga: Bukan ke Mana-Mana! Luis Enrique Justru Jadi Masa Depan PSG
Pemain Muda Bersinar

Selain Yamal, daftar CIES menunjukkan dominasi pemain muda. Florian Wirtz, Desire Doue, Joao Neves, Arda Guler, Pedri, dan Franco Mastantuono masuk dalam daftar 10 besar. Franco Mastantuono, pemain Real Madrid berusia 18 tahun, menjadi pemain termuda yang masuk daftar ini.
Pemain tertua dalam daftar adalah Raphinha berusia 29 tahun. Ini menunjukkan bahwa usia bukan satu-satunya faktor untuk penilaian nilai pemain. Konsistensi, performa, dan kondisi fisik menjadi pertimbangan utama.
Daftar ini juga menegaskan betapa pentingnya perkembangan pemain muda dalam menentukan masa depan klub. Yamal menjadi contoh utama bagaimana bakat dan kesempatan bisa mendorong nilai seorang pemain ke level dunia.
Lamine Yamal Siap Bangun Warisan Sendiri
Yamal menegaskan bahwa ia ingin membangun jalannya sendiri, bukan menjadi salinan Lionel Messi atau Cristiano Ronaldo. Dalam wawancara, ia mengatakan ingin bermain untuk kesenangan dan memberikan hiburan bagi penonton.
Ia menghormati prestasi Messi dan Ronaldo, tetapi menekankan pentingnya menjadi diri sendiri. Filosofi ini menjadi fondasi bagi pengembangan kariernya dan mentalitas yang membuatnya semakin dihargai di dunia sepak bola.
Meskipun masih panjang jalannya, Yamal sudah menunjukkan tanda-tanda menjadi salah satu pemain paling cemerlang generasinya. Dengan kombinasi bakat, mentalitas, dan pengalaman bermain di klub besar, masa depan pemain muda ini diprediksi akan terus bersinar di level tertinggi sepak bola dunia. Nantikan terus kabar terbaru seputar Paris Saint-Germain lainnya hanya di psgint.com.
