Vitinha Ungkap Andres Iniesta Jadi Inspirasi Terbesarnya Bukan Messi

Tahun 2025 menjadi periode luar biasa bagi gelandang asal Portugal, Vitinha. Bersama Paris Saint-Germain, ia meraih sejumlah gelar domestik dan tampil impresif di Liga Champions. Dibawah ini akan ada penjelasan tentang berita Paris Saint-Germain menarik lainnya di .

Vitinha Ungkap Andres Iniesta Jadi Inspirasi Terbesarnya Bukan Messi

Performa gemilangnya membuatnya masuk nominasi Ballon d’Or, menandai pengakuan internasional atas kualitasnya. Puncak prestasi pribadinya datang ketika Vitinha dinobatkan sebagai Best Midfielder of 2025 dalam ajang Globe Soccer Awards di Dubai.

tebak skor hadiah pulsa 100k  

Malam penghargaan ini juga menjadi sorotan bagi Barcelona, yang turut meraih penghargaan bergengsi. Keberhasilan Vitinha menunjukkan bahwa ia bukan sekadar penggawa PSG, tetapi salah satu gelandang terbaik di dunia saat ini.

AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!

aplikasi shotsgoal  

Di tengah rumor ketertarikan Real Madrid, Vitinha tetap fokus pada pengembangan permainan. Ia mengaku banyak terinspirasi dari legenda Barcelona, menegaskan bahwa filosofi dan gaya bermain Blaugrana memengaruhi cara ia memandang peran sebagai gelandang.

Andres Iniesta Jadi Panutan Utama

Dalam wawancara bersama MARCA yang dikutip Mundo Deportivo, Vitinha menyebut Andres Iniesta sebagai sosok paling menginspirasinya. “Tanpa ragu, sosok yang paling menginspirasi saya adalah Iniesta. Andres Iniesta selalu menjadi referensi terbesar saya,” ujarnya.

Selain Iniesta, Vitinha juga menyoroti Luka Modric, gelandang Real Madrid yang kini bermain untuk AC Milan, sebagai panutan tambahan. Ia mengakui bahwa kedua pemain tersebut menjadi tolok ukur kualitas dan konsistensi di lini tengah. Pengaruh Iniesta dan Modric tampak pada gaya bermain Vitinha, yang mengutamakan kontrol bola, distribusi akurat, dan visi permainan.

Kecintaan Vitinha pada filosofi Barcelona terlihat jelas. Meski Messi sering disebut sebagai ikon global, Vitinha lebih memilih mencontoh permainan halus, elegan, dan taktis ala Iniesta. Hal ini menunjukkan preferensi profesionalnya untuk mengembangkan diri melalui pola permainan yang matang dan berkelas.

Baca Juga: Rudiger di Persimpangan Karier dan Minat Klub Eropa

Ambisi Menyamai Xavi dan Iniesta

Vitinha Ungkap Andres Iniesta Jadi Inspirasi Terbesarnya Bukan Messi

Vitinha juga menaruh perhatian pada bintang muda Barcelona saat ini seperti Lamine Yamal dan Pedri. Ia mengungkapkan harapannya bisa mencapai level permainan yang pernah ditunjukkan Xavi Hernandez dan Andres Iniesta. “Jika Joao Neves dan saya bisa mengakhiri karier dan berada di level yang sama dengan Xavi Hernandez dan Andres Iniesta, itu akan luar biasa,” ucapnya.

Vitinha menekankan pentingnya belajar dari dua legenda lini tengah Blaugrana. Menurutnya, kemampuan membaca permainan, ketenangan dalam penguasaan bola, serta kerja sama tim merupakan kunci yang membuat Xavi dan Iniesta menjadi ikon. Ia berharap filosofi ini dapat diterapkan dalam permainan modern PSG dan timnas Portugal.

Filosofi Barcelona dalam Pembinaan PSG

Lebih jauh, Vitinha menyoroti pengaruh pelatih PSG, Luis Enrique, yang juga legenda Barcelona. Ia mengakui bahwa Enrique menekankan komitmen, disiplin, dan visi bermain. “Ada banyak hal yang kami latih setiap hari, tetapi yang tidak boleh kurang adalah komitmen. Tidak seorang pun boleh mengecewakannya,” ujar Vitinha.

Pengakuan ini menegaskan pengaruh filosofi Barcelona terhadap pengembangan karier Vitinha. Dari sosok idolanya di lapangan hingga metode pelatih di klub, prinsip bermain Blaugrana membentuk gaya Vitinha menjadi gelandang modern yang lengkap. Kombinasi bakat alami dan inspirasi dari legenda membuat Vitinha siap bersinar di level klub maupun internasional. Nantikan terus kabar terbaru seputar Paris Saint-Germain lainnya hanya di psgint.com.